Joss People

Makin Hari Makin Joss

Kita sebenarnya menginginkan apa?

Seringkali orang ditanya sebenarnya apa sih yang diinginkan dalam hidup?

Ada yang mungkin menjawab: saya ingin punya duit 100 milyar, saya ingin punya istri yang cantik kalo bisa mirip miss universe, saya ingin berbuat baik kepada banyak orang, saya ingin punya keluarga sejahtera dan bahagia, saya ingin punya rumah mewah,saya ingin jadi presiden, saya ingin jadi dirut sebuah perusahaan multinasional kelas dunia, saya ingin menjadi juara olimpiade,saya ingin berkeliling ke seluruh benua di dunia, dan berbagai macam keinginan lainnya.

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin menggelitik lagi, benarkah itu semua yang benar-benar kita inginkan?

Menurut beberapa pakar pengembangan diri, yang benar-benar kita inginkan sebenarnya hanya 1 hal yaitu “perubahan perasaan”. Yakni perubahan perasaan menjadi lebih senang, lebih lega, dan perubahan perasaan lainnya.  Mobil mewah, istri cantik, jabatan  tinggi, keluarga sejahtera, uang melimpah, pujian dari orang lain, dan lain sebagainya hanyalah sarana untuk mengubah perasaan. Perasaan adalah sangat relatif tergantung bagaimana seseorang membandingkan terutama dari apa yang biasa dia dapatkan atau alami, ataupun membandingkan dengan apa yang orang lain dapatkan atau alami.

Misalkan: Orang punya mobil  panther bisa merasa miskin, misalnya pengusaha  kaya raya yang tadinya  punya jaguar.  Sedang orang punya sepeda bisa merasa kaya, karena sebelumnya dia tidak punya kendaraan, dan kemana-kemana  mampunya hanya dengan jalan kaki.

Dan sebenarnya perasaan apa yang ingin kita alami atau rasakan bisa kita pilih sendiri kapanpun kalau kita mau dan tidak tergantung dari faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas.

Salam joss

Mei 30, 2008 Posted by | Pengembangan Diri | Tinggalkan sebuah Komentar

Identitas Diri

Kesuksesan adalah idaman bagi setiap orang. Sukses dalam bisnis, sukses dalam keluarga, sukses dalam menggali kekayaan, sukses dalam karir, dan sebagainya. Salah satu karakter seorang yang ingin sukses dalam hidupnya adalah percaya diri. Salah satu sumber rasa percaya diri pada seseorang tergantung bagaimana dia memberi identitas dirinya. Maksud identitas diri adalah bagaimana seseorang mengidentifikasikan dirinya yang sering tersimpan dalam hati ataupun pikiran di pikiran sadar maupun maupun tidak sadar dan itu mempengaruhi perilaku sehari-hari.

Seorang yang pemalu dalam berbicara didepan orang banyak, secara sadar ataupun tidak dia telah memberi identitas pada dirinya saya adalah seorang pemalu.

Seorang takut berbisisnis, secara sadar ataupun tidak dia telah memberi identitas pada dirinya bukanlah seorang pebisnis handal dan akhirnya tidak buka bisnis karena takut gagal.

Seringkali kalau orang ditanya: “Siapa Anda?”

Umumnya orang menjawab dengan kalimat berita. Misalnya orang akan menjawab Nama saya bla bla bla, pekerjaan saya bla bla bla, saya anak ke-blabla dari bla bla bersaudara dan lain-lain dan sifatnya adalah kalimat berita.

Bagaimana seseorang ini memberi identitas pada dirinya, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Yang ada, hanya identitas diri yang membuat kita lebih berdaya atau tidak. Oleh karena itu, marilah kita mendefinisikan diri kita dengan identitas yang membuat kita lebih berdaya.

Saya sendiri memberi identitas pada diri saya:

“Saya adalah Andhy Widodo, pebisnis handal, pembicara joss, keluarga haromonis, kaya raya, dan bermanfaat bagi orang banyak”.

Bagaimana dengan Anda?

Salam joss

Mei 29, 2008 Posted by | Pengembangan Diri | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.