Joss People

Makin Hari Makin Joss

Business for Live Change Event UIN SGD 090608

Pada tanggal 9 Juni 2008 saya diundang oleh HIPMI SC UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam kegiatan yang mengambil tema “Eksplorasi Potensi Menuju Insan Akademis Produktif, Kreatif, dalam mencari Peluang Usaha/Bisnis”. Acara ini sendiri disponsori dan didukung oleh HIPMI Kota Bandung, Perusahaan Air Minum Dalam kemasan Al Ma’soem, Koran Sindo, Penerbit Mizan.Panitia memberikan panduan saya dengan Titik Tekan Materi pada Konsep Dasar Bisnis, Paradigma hidup mandiri dengan bisnis dan Mengubah hidup dengan kreatif dalam berbisnis. Sedangkan tujuan yang dicapai Peserta memahami konsep-konsep dasar dalam berbisnis, Peserta memahami urgensi bisnis dalam mengubah hidup, dan Peserta mengenal ide-ide kreatif dalam berbisnis, dan Peserta termotivasi untuk berbisnis.

Saya memulai dengan sebuah game untuk ice breaking yang menghangatkan situasi, diantaranya yel-yel dan simulasi sendiri maupun kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan melalui presentasi dan aktivitas yang membuat peserta terlibat sehingga materi yang disampaikan benar-benar bisa teringat dan hinggap di memori jangka panjang peserta, serta bisa segera “action”. Setelah itu dilakukan tanya jawab mengenai segala hal yang menyangkut tentang bisnis. Peserta begitu antusias dan aktif selama kegiatan.

Pertanyaan yang muncul di antaranya:

1. Bagaimana memulai sebuah bisnis?

2. Kita ingin mulai dan sukses dalam berbisnis,tetapi kita dari golongan latar belakang yang kurang dan tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang?

3. Kalau saya sudah mempunyai ide, terus bagaimana cara mewujudkan dan mengembangkan bisnis saya?

4. Bagaimana kalau saya suatu saat ingin berkonsultasi dengan Bapak apa bisa dan kontaknya kemana?

5. Bagaimana menyiasati bila belum ada modal uang?

Saya mencoba menjawab dan berdiskusi lagi dengan para peserta. Jawaban dari saya detailnya akan saya tulisakan dalam artikel-artikel dalam blog saya di http://josspeople.wordpress.com.Terakhir sebelum acara selesai saya menyampaikan segeralah melakukan tindakan (take action), nanti sambil jalan segalanya akan terbuka sedikit demi sedikit,pikirkan selalu nilai tambah dan faktor kali dari bisnis Anda serta bergabunglah organisasi-organisasi pengusaha seperti HIPMI supaya tetap bisa menjaga semangat dan berbagi mengenai kiat-kiat dalam berbisnis, serta jangan pelit untuk investasi buat leher ke atas seperti beli buku-buku untuk meningkatkan pengetahuan dan bisa mengikuti seminar-seminar yang akan diadakan oleh josspeople. Agenda terdekat insya Allah 10 Agustus 2008: Seminar “Pribadi Joss-Tembus Limit”. Sering-seringlah buka blog saya di http://josspeople.wordpress.com.

Salam joss,

Andhy Widodo

Juni 12, 2008 Ditulis oleh josspeople | Bisnis & Manajemen | | Belum Ada Tanggapan

Berhentilah Berdalih

George washington Carver, seorang ahli kimia yang menemukan lebih dari 325 manfaat kacang tanah, mengatakan “sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih. Oleh karena itu, berhentilah berdalih”. Yah, memang tidak semua yang terjadi dan kita alami sesuai dengan apa yang kita harapkan. Misalnya cuaca yang memburuk, kurangnya pendidikan kita, miskinnya orang tua, pemerintah, pasangan hidup, sikap bos, sistem, iklim politik, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Jika kita pemain sepakbola, mungkin yang disalahkan adalah wasitnya, lapangannya, bolanya, pelatihnya,atau pun malah rekan sesama pemain.

Memang benar semua hal di atas itu ada tetapi apabila semua itu merupakan faktor penentu, tentu tidak ada yang pernah sukses. Micrososft tidak akan ada dan tumbuh sebesar sekarang ini kalau Bill Gates menyalahkan dosen yang telah men “Drop Out (DO)” nya dan terus-menerus meratapi sambil berdalih, Ciputra   tidak akan menjadi raja properti di Indonesia andai dia menyalahkan kondisi bahwa ayahnya meninggal ketika Ciputra masih berumur 12 tahun, masih punya banyak adik, lalu mengangisi kepergian ayahnya sepanjang sisa hidupnya.

Dr. Robert Resnick, seorang psikoterapis di Los Angeles menulis sebuah rumus:

E + R = O (Event + Response = Outcome), yang artinya Peristiwa + Reaksi = Hasil. Gagasan dasarnya adalah setiap hasil yang dialami apakah itu sukses atau gagal, kaya atau miskin, harmonis atau berpisah, merupakan hasil cara kita bereaksi terhadap suatu peristiwa yang terjadi sebelumnya dalam kehidupan kita.

Jika hasil yang sekarang ini kita dapatkan belum sesuai dengan yang kita harapkan, sebaiknya kita mengubah reaksi (R) kita atas peristiwanya (E) sampai kita mendapat hasil (O) yang kita harapkan.  Kita bisa mengubah pola pikir kita, kata-kata kita, memilih teman bergaul, mengubah sikap dan kebiasaan kita ke arah yang sesuai dan mendukung terhadap pencapaian hasil yang kita harapkan. Oleh karena itulah mari kita berhenti berdalih, dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan yang sedang kita jalani ini.

Salam joss,

Andhy Widodo

Juni 7, 2008 Ditulis oleh josspeople | Pengembangan Diri | | 2 Tanggapan

Kita sebenarnya menginginkan apa?

Seringkali orang ditanya sebenarnya apa sih yang diinginkan dalam hidup?

Ada yang mungkin menjawab: saya ingin punya duit 100 milyar, saya ingin punya istri yang cantik kalo bisa mirip miss universe, saya ingin berbuat baik kepada banyak orang, saya ingin punya keluarga sejahtera dan bahagia, saya ingin punya rumah mewah,saya ingin jadi presiden, saya ingin jadi dirut sebuah perusahaan multinasional kelas dunia, saya ingin menjadi juara olimpiade,saya ingin berkeliling ke seluruh benua di dunia, dan berbagai macam keinginan lainnya.

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin menggelitik lagi, benarkah itu semua yang benar-benar kita inginkan?

Menurut beberapa pakar pengembangan diri, yang benar-benar kita inginkan sebenarnya hanya 1 hal yaitu “perubahan perasaan”. Yakni perubahan perasaan menjadi lebih senang, lebih lega, dan perubahan perasaan lainnya.  Mobil mewah, istri cantik, jabatan  tinggi, keluarga sejahtera, uang melimpah, pujian dari orang lain, dan lain sebagainya hanyalah sarana untuk mengubah perasaan. Perasaan adalah sangat relatif tergantung bagaimana seseorang membandingkan terutama dari apa yang biasa dia dapatkan atau alami, ataupun membandingkan dengan apa yang orang lain dapatkan atau alami.

Misalkan: Orang punya mobil  panther bisa merasa miskin, misalnya pengusaha  kaya raya yang tadinya  punya jaguar.  Sedang orang punya sepeda bisa merasa kaya, karena sebelumnya dia tidak punya kendaraan, dan kemana-kemana  mampunya hanya dengan jalan kaki.

Dan sebenarnya perasaan apa yang ingin kita alami atau rasakan bisa kita pilih sendiri kapanpun kalau kita mau dan tidak tergantung dari faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas.

Salam joss

Mei 30, 2008 Ditulis oleh josspeople | Pengembangan Diri | | Belum Ada Tanggapan

Identitas Diri

Kesuksesan adalah idaman bagi setiap orang. Sukses dalam bisnis, sukses dalam keluarga, sukses dalam menggali kekayaan, sukses dalam karir, dan sebagainya. Salah satu karakter seorang yang ingin sukses dalam hidupnya adalah percaya diri. Salah satu sumber rasa percaya diri pada seseorang tergantung bagaimana dia memberi identitas dirinya. Maksud identitas diri adalah bagaimana seseorang mengidentifikasikan dirinya yang sering tersimpan dalam hati ataupun pikiran di pikiran sadar maupun maupun tidak sadar dan itu mempengaruhi perilaku sehari-hari.

Seorang yang pemalu dalam berbicara didepan orang banyak, secara sadar ataupun tidak dia telah memberi identitas pada dirinya saya adalah seorang pemalu.

Seorang takut berbisisnis, secara sadar ataupun tidak dia telah memberi identitas pada dirinya bukanlah seorang pebisnis handal dan akhirnya tidak buka bisnis karena takut gagal.

Seringkali kalau orang ditanya: “Siapa Anda?”

Umumnya orang menjawab dengan kalimat berita. Misalnya orang akan menjawab Nama saya bla bla bla, pekerjaan saya bla bla bla, saya anak ke-blabla dari bla bla bersaudara dan lain-lain dan sifatnya adalah kalimat berita.

Bagaimana seseorang ini memberi identitas pada dirinya, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Yang ada, hanya identitas diri yang membuat kita lebih berdaya atau tidak. Oleh karena itu, marilah kita mendefinisikan diri kita dengan identitas yang membuat kita lebih berdaya.

Saya sendiri memberi identitas pada diri saya:

“Saya adalah Andhy Widodo, pebisnis handal, pembicara joss, keluarga haromonis, kaya raya, dan bermanfaat bagi orang banyak”.

Bagaimana dengan Anda?

Salam joss

Mei 29, 2008 Ditulis oleh josspeople | Pengembangan Diri | | 2 Tanggapan